Babakan baru perihal takeover Arsenal. Stan Kroenke, pengusaha Amerika Serikat yang mengantongi 12,4 persen saham, didudukkan ke dalam dewan direksi Arsenal. Tidak dijelaskan detail posisi yang diduduki karena hanya disebutkan Kroenke sebagai Direktur non-Eksekutif Klub.
Dirangkulnya Kroenke ke dalam dewan direksi di Emirates Stadium semakin menguatkan posisi aliansi yang tidak berkenan pada usaha takeover dari Alisher Usmanov. Usmanov merupakan miliarder asal Rusia yang memegang kepemilikan saham terbesar di Arsenal.
“Tuan Kroenke mendapat sokongan penuh dari para petinggi klub,” kata Chairman Arsenal, Peter Hill-Wood, sebagaimana dilansir The Guardian. “Dewan percaya pengalaman Tuan Kroenke di dunia olahraga dan media akan sangat bermanfaat bagi klub.”
Pengangkatan ini sudah tercium sebulan lalu dan akan semakin melapangkan jalan baginya mengikuti jejak Randy Lerner yang memiliki Aston Villa serta Tom Hicks dan George Gillett Jr di Liverpool (Baca: Arsenal Lebih Memilih Kroenke).
Pengangkatan Kroenke tidak salah lagi merupakan sebuah manuver politis, lantaran tahun lalu Hill-Wood menyatakan tidak membutuhkan investasi Kroenke yang jumlah sahamnya terus mengalami peningkatan. Kekhawatiran terhadap ambisi akuisisi Usmanov dengan Red & White Holdings (RWH) tak pelak menjadi semakin akrabnya hubungan pemilik klub NBA, Denver Nuggets itu dengan dewan direksi The Gunners.
“Sebuah kehormatan diundang untuk bergabung ke dalam dewan direksi Arsenal yang merupakan klub ternama di dunia,” ujar Kroenke. “Saya harap latar belakang saya di dunia olahraga menjadi pertimbangan serius Arsenal dan semakin memajukan klub nantinya.” Dipromosikannya Kroenke membuat aliansi di bawah Hill-Wood dan Kroenke mengantongi saham kepemilikan sekitar 60 persen.